travel, Wisata

Wisata Kampung Ondel-ondel Kramat Pulo, Pengrajin Maskot Betawi

Foto: Kampung Ondel-ondel Perlahan Bangkit Kembali - Foto Katadata.co.id

Ski-jungle.com – Jakarta punya identitas budaya yang mendunia. Selain tugu selamat datang Bundaran HI, ada maskot yang tak kalah fenomenal. Ondel-ondel, menjadi ikon saat berbicara mengenai Jakarta. Ondel-ondel dapat dengan mudah ditemui di kampung Ondel-ondel Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakata Pusat.

Boneka raksasa dengan pakaian warna-warni seolah menyapa dengan ramah. Identitas kota Jakarta ini telah menjadi simbol budaya suku Betawi sejak turun temurun. Kampung Ondel-ondel bermula dari sebuah sanggar di Kramat Pulo. Sejak tahun 1984, semakin banyak para pemain dan pengrajin Ondel-ondel. Dari sanalah Ondel-ondel bisa hadir untuk dinikmati semua kalangan.

Siang itu, ondel-ondel mulai diberangkatkan menuju lokasi pementasan. Belakangan, Ondel-ondel dipentaskan di jalanan. Seperti halnya di panggung, di jalanan tubuh Ondel-ondel juga meliuk dan bergoyang. Diikat kuat, ondel-ondel diangkut di atap bajaj. Sedangkan pemain beserta operator berada di dalam bajaj.

Ondel-ondel hasil kreasi kampung Kramat Pulo berjajar bak barikade. Berduyun-duyun, rombongan ondel-ondel dengan ramainya melintasi jalanan. Dulunya, Ondel-ondel berayun bersama lantunan Tanjidor. Saat ini, Setiap ondel-ondel dibekali dengan tape recorder. Tape recorder dipilih karena lebih praktis digunakan. Kaleng cat disiapkan sebagai wadah uang dari uluran tangan penonton. Para pengamen Ondel-ondel ini dapat dengan mudah ditemui di sudut kota Jakarta.

Bertamu ke Kampung Ondel-Ondel di Kramat Pulo | Wego Indonesia Travel Blog

Sentra pengrajin ondel-ondel di Kampung Ondel-ondel, Kramat Pulo semakin dikenal. Setidaknya, ada 9 tempat produksi ondel-ondel di sini. Pada dasarnya, Ondel-ondel terdiri dari kepala dan tubuh. Sebagian besar tubuhnya terbuat dari kerangka kayu. Sedangkan rambutnya berasal dari Ijuk yang ditata. Bagian paling rumit pengerjaan adalah wajah. Wajah Ondel-ondel terbuat dari cetakan kertas, semen hingga serat fiber. Proses menghias juga menentukan raut wajah Ondel-ondel nantinya.

Boneka raksasa ini punya tinggi 3.5 hingga 4 meter. Diameter tubuhnya 1.5 meter memungkinkan pemain masuk ke dalam tubuh Ondel-ondel. Pernak Pernik juga tak ketinggalan menghiasi tubuh Ondel-ondel ini. Kerangka tubuh kayu dibalut dengan baju khas adat Betawi. Layaknya manusia, tampilannya semakin rapi dan memesona.

Boneka raksasa ini tercatat telah ada sejak masa Kolonial VOC datang ke Indonesia. Tepatnya tahun 1605 Ondel-ondel punya sejarah sendiri. Hingga saat ini, ondel-ondel menjadi identitas warga Jakarta. Seiring dengan perkembangan zaman, Ondel-ondel semakin terpinggirkan.

Dulunya Ondel-ondel dihadirkan dalam setiap perayaan acara rakyat bahkan pemerintahan. Namun saat ini, Ondel-ondel lebih banyak ditemui di jalanan. Dari para pengamen, Ondel-ondel menjadi lebih dekat dengan masyarakat.

Para pengamen Ondel-ondel berharap, Ondel-ondel mudah dikenal dan dekat dengan masyarakat. Selayaknya Ondel-ondel tetap menjadi identitas, menghibur dan menjadi maskot warga Betawi.