News, travel, Wisata

Terobosan Baru Wisata Keliling Dunia Hanya Rp. 1,4 Juta Dengan Jet Boom Supersonik Bakal Diluncurkan

XB-1 Baby Boom, Pesawat Supersonic Penerus Concorde – MiliterMeter.com

Ski-jungle.com – Industri penerbangan sedang dalam krisis di tengah dorongan international untuk mengurangi emisi karbon, dan berkurangnya frekuensi terbang banyak orang selama pandemi.

Melihat hal ini, sekelompok perusahaan start-up mulai memproduksi massal pesawat supersonik yang sempat mati, setelah pensiunnya Concorde hampir dua dekade lalu.

Pesawat Concorde rute Inggris-Prancis merupakan salah satu dari dua pesawat jet supersonik yang melayani penerbangan komersial pada 1969 hingga 2003. Harganya saat itu sangat mahal dan merupakan “bencana lingkungan.”

Dilansir CNN, Oktober lalu, perusahaan kedirgantaraan AS, Boom Supersonic akan memulai produksi massal mulai 2023 dan meluncurkan pesawat lengkap pertamanya pada 2025.

Pesawat dengan nama Advance itu mampu terbang dengan kecepatan dua kali dari kecepatan pesawat yang ada saat ini. Advance akan terbang dua kali lebih cepat dari jet konvensional di lebih dari 500 rute lintas samudera di seluruh dunia.

Pesawat ini didesain mampu menampung antara 65 sampai 88 orang. Nantinya, pesawat supersonik tersebut direncanakan dapat menempuh perjalanan dari New York ke London dengan jarak tempuh tiga jam 15 menit. Sementara, Los Angeles ke Sydney akan dipersingkat jadi 8,5 jam.

“Itu mengubah tempat kita bisa berlibur, mengubah tempat kita bisa berbisnis,” katanya.

Boom Supersonic saat ini akan menerbangkan pesawat prototipe XB1 skala 1:3 pada akhir tahun 2021. Boom Supersonic rencananya akan membangun pabrik pesawat baru di Amerika Serikat pada 2022, dan mulai membangun pesawat Advance pertama tahun 2023.

“Kami melihat diri kami mengambil tempat yang ditinggalkan Concorde, dan memperbaiki hal-hal terpenting, yaitu kelestarian ekonomi dan lingkungan,” kata Scholl, menambahkan bahwa aksesibilitas adalah kuncinya.

Tujuannya agar maskapai penerbangan dapat menetapkan tarif pada titik harga yang mirip dengan kelas bisnis. Ia menyebut bahwa targetnya, penumpang dapat mengudara ke mana saja di dunia dalam kurun waktu empat jam, dengan tarif 100 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1,4 juta.

Scholl mengungkapkan bahwa pesawat jet supersonik memiliki beberapa keunggulan inheren. Ia menyebut, pesawat supersonik ini dapat membantu penumpang mempersingkat waktu di dalam pesawat yang khawatir akan adanya penyebaran pandemi berikutnya.