travel

Menyelenggarakan Road Show di Jakarta dan Surabaya Malaysia Menarik Wisatawan Indonesia

PARIWISATA adalah industri dinamis yang menjadi milik semua negara di dunia. Namun Demi memajukan industri ini membutuhkan kerja sama erat antar negara sehingga masing-masing pihak menerima feedback atau timbal balik yang setimpal.

Misalnya, jika suatu negara ingin menarik wisatawan asing, ia harus menggunakan strategi khusus untuk menarik perhatian para wisatawan ini. Berkat kerja sama antar negara, menjadi sebuah jembatan dapat dibangun untuk mempromosikan industri pariwisata masing-masing negara.

Ini adalah alasan untuk kerja sama yang erat antara Asosiasi Perjalanan dan Agen Perjalanan Malaysia (MATTA) dan Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASTINDO), yang berlangsung di Surabayadan “Misi Penjualan MATTA Mengunjungi Indonesia” di 18 April. Kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2018.

Melalui Forum Top Table (B to B), keduanya sepakat untuk menyatukan agen perjalanan di Surabaya dan Jakarta dengan operator tur Malaysia dan taman hiburan. Misi ini juga akan menyoroti produk-produk pariwisata baru dari Malaysia seperti Taman Air Petualangan Pantai Desaru di Johor dan Masters pertama dari Asian-Pacific Games (APMG) yang akan diluncurkan di Penang mulai 7 hingga 15 September 2018.

Dalam sambutannya, Elly Hutabarat, Presiden ASTINDO, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara kedua negara dalam perdagangan pariwisata.

“Kali ini merupakan bab MATTA Malasyaia di Kuala Lumpur, yang menawarkan destinasi top di negeri ini. Sebaliknya, kami tentu saja akan menyelenggarakan acara serupa di Malaysia dengan menawarkan destinasi terkemuka di seluruh Indonesia,” kata Elly Hutabarat dari Pullman Jakarta. Thamrin, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Rocky Kho, presiden bagian MATTA Kuala Lumpur, mengatakan bahwa 35 anggota MATTA, termasuk 20 agen perjalanan, 15 hotel dan taman hiburan, berpartisipasi dalam misi dagang. Tujuannya adalah untuk mempromosikan tujuan perjalanan Malaysia yang ada dan yang baru.

“Kami juga ingin meningkatkan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia melalui program Visit Malaysia Year 2020,” kata Rocky Kho.

Seperti diketahui, wisatawan Indonesia menjadi wisatawan terbesar kedua ke Malaysia pada 2017 dengan 2.796.570 orang. Dengan implementasi program VMY 2020, jumlah wisatawan harus terus meningkat dan target 3,4 juta wisatawan akan tercapai pada tahun 2020.

Pada saat yang sama, Tourism Malaysia juga mencatat secara singkat bahwa jumlah penerbangan dari Indonesia ke Malaysia menjadi semakin beragam. Setidaknya ada 8 maskapai yang telah melakukan perjalanan ke Indonesia-Malaysia, termasuk Garuda Indonesia, Malaysia Airlines, AirAsia, Lion Air, Batik Air, Malindo, Citilink dan KLM. Tahun ini Citilink membuka penerbangan langsung ke Penang dan beberapa penerbangan Malindo baru dari Jakarta ke Kota Kinabalu.