travel, Wisata

Cagar Budaya Penuh Misteri di Batu Tulis Cipaku

Hasil gambar untuk batu tulis cipaku

Purbalingga — Batu besar yang berada di dukuh pangebonan Desa Cipaku Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menyisakan berbagai misteri.

Di samping kesejukan suasana alam dan keindahan pemandangannya, tempat yang lebih dikenal dengan sebutan situs batu tulis itu sampai saat ini masih menjadi daya Tarik pengunjung.

“Saya tidak tau pasti kapan ditemukan, tapi lokasi ini dibangun sekitar tahun 1991 namun baru ditetapkan sebagai cagar budaya belum lama ini tahun 2018,” kata Juru Kunci, Tunggul Pamudji, saat ditemui di rumahnya.

Menurut Tunggul hampir setiap hari banyak pengunjung yang datang ke lokasi itu, tujuannya macam-macam. Ada yang sekadar foto foto atau berwisata ada pula yang sampai semedi dan menginap beberapa hari.

“Pengunjungnya macem-macem ada yang Cuma foto-foto ada juga yang semedi, ya ndak apa apa (semedi) saya membiarkan saja kalo minta arahan ya saya kasih tau kalo ndak ya ndak papa,” katanya

Menurutnya keunikan batu itu adalah sebaris kalimat yang terukir di atas batu dengan aksara pallawa, meskipun saat ini tulisan sudah kabur dan hampir tak terlihat karena proses alam, namun dulu tulisan itu terbaca jelas.

Menurutnya keunikan batu itu adalah sebaris kalimat yang terukir di atas batu dengan aksara pallawa, meskipun saat ini tulisan sudah kabur dan hampir tak terlihat karena proses alam, namun dulu tulisan itu terbaca jelas.

“Tulisan (di atas batu) itu sudah pudar, tapi saya bisa tunjukkan fotonya, kata peneliti dari UGM bunyinya Indra Wardhana Wikrama Deva,” jelasnya

Mengenai arti dari tulisan itu dirinya juga mengaku tidak paham, namun dia hanya menyebutkan itu nama salah satu raja pada saat itu.

Selain batu tulis di lokasi itu juga terdapat berbagai arca, dari arca dewa ganesha, arca dewi kwan im, arca dewa Krishna dan arca yang lainnya.

“arca disitu sebagian alami seperti dewa ganesha maksudnya ditemukan dilokasi itu, namun arca dewi kwan im diberi oleh orang Thailand,” tambahnya

Sementara menurut salah satu budayawan Purbalingga, Igo Saputra, ada dugaan tulisan di situs batu tulis Cipaku itu merupakan nama dari bangsawan kerajaan Tarumanegara yang berpusat di Jawa Barat. Hal itu terkait dengan temuan batu bertulis juga di sungai Ciaruteun.

“Baik Prasasti Cipaku maupun Prasasti Ciaruteun ditulis dalam bentuk seloka dengan beraksara Huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta,” katanya melalui pesan singkat

Sampai saat ini belum ada penelitian lanjutan mengenai Prasasti Cipaku sehingga belum jelas siapakah Indra Wardhana Wikrama Deva.

“Kalau ada penelitian lanjutan barangkali bias lebih digali siapa (Indra Wardhana Wikrama Deva), berasal dari kerajaan apa, dan kenapa ada di Purbalingga,”pungkasnya.