Kuliner, travel

Berwisata ke Kampung Patin, Tempat Budidaya Ikan Patin Dan Olahan Patin

Berwisata ke Koto Mesjid Riau, Tempat Budidaya Ikan Patin Dan Olahan Patin

ski-jungle.com – Desa Wisata Koto Mesjid di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dikenal juga sebagai Kampung Patin. Hal itu karena Desa Wisata Koto Mesjid merupakan lokasi budidaya ikan patin. Penduduk desa tersebut memilliki moto “tiada rumah tanpa kolam” lantaran hampir tiap rumah memiliki setidaknya satu kolam berisi ikan patin.

Berwisata ke Koto Mesjid Riau, Tempat Budidaya Ikan Patin Dan Olahan Patin

Adapun warga dapat memanen 390-400 heap ikan patin dalam sebulan. Warga juga mengolah ikan patin menjadi beragam produk kuliner, di antaranya kerupuk kulit patin, abon patin, bakso patin, siomay patin, nugget patin, otak-otak patin, cilok patin, ikan asin patin, batagor patin, dan es dawet patin. Selain itu, ada juga keripik batang pisang dan kelapa jelly (dekla).

Di sela-sela kunjungannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bahwa Desa Wisata Koto Mesjid menjadi sebuah inspirasi. “Dan hari ini kita canangkan patin harus go global, menggantikan salmon, karena ikan patin Indonesia memiliki kualitas yang baik dan bergizi tinggi, terutama di Provinsi Riau, dibandingkan dengan jenis ikan patin di negara lain,”ujar Sandiaga melalui keterangan resminya, Minggu (12/9/2021).

Selain produk kuliner, Desa Wisata Koto Mesjid menawarkan produk ekonomi kreatif lainnya, salah satunya olahan bambu. Proses pengolahannya juga melibatkan warga setempat, termasuk kaum difabel. Desa Wisata Koto Mesjid juga mengadakan program home recycle creative. Dalam program ini, sampah layak pakai atau limbah paralon dimanfaatkan menjadi pot, tempat tisu, baki gelas, hiasan dinding, piring lidi rotan, dan produk style.

Wisata alam dan buatan

Berwisata ke Koto Mesjid Riau, Tempat Budidaya Ikan Patin Dan Olahan Patin

Wisatawan yang menghabiskan waktu di Desa Wisata Koto Mesjid bisa mengunjungi sejumlah tempat wisata alam, antara existed Sungai Kampar, Sungai Gagak, Lembah Aman, dan Talau Pusako. Untuk informasi, Sungai Kampar adalah salah satu sungai terpanjang di Riau, sedangkan Sungai Gagak mempunyai air terjun yang sayang dilewatkan.

Sementara untuk wisata buatan, pengunjung bisa pergi ke danau buatan yang dimanfaatkan sebagai PLTA di tahun 1991. Kini danau tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang dijuluki Raja Lima dari Riau karena panorama alamnya yang mirip seperti di Raja Ampat di Papua. Wisatawan yang ingin bermalam di desa wisata ini dapat tinggal di 18 homestay yang berkonsep rumah warga, sehingga mereka bisa merasakan hidup sebagai penduduk setempat.

Salah satu dari 50 desa wisata terbaik ADWI 2021

Desa Wisata Koto Mesjid adalah desa pemekaran dari Desa Pulau Gadang di tahun 1991. Desa wisata tersebut merupakan salah satu dari 50 peserta yang terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Saat ini, Menparekraf Sandiaga dan Dewan Juri tengah melakukan visitasi ke-50 desa wisata tersebut.