News, travel

Beberapa Awak Kabin Cathay Pacific Dipecat Karena Tolak Vaksinasi

Ski-Jungle.com – Maskapai penerbangan Cathay Pacific telah memecat sejumlah awak kabin yang menolak melakukan vaksinasi COVID-19 tanpa alasan medis yang sah. Hal ini menyusul last offer manajemen maskapai yang bakal mengkaji ulang standing kepegawaian pilot dan pramugari yang belum juga menjalani vaksinasi hingga 31 Agustus 2021.

“Hari ini kami memutuskan melepas sejumlah awak kabin yang memutuskan tidak vaksin tanpa bukti medis pendukung,” kata maskapai Hong Kong itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu, 8 September 2021.

Dilansir Asia One, maskapai tidak menyebut secara rinci jumlah staf yang dipecat. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak besar pada operasi dan kontrol perbatasan worldwide secara dramatis, sehingga menurunkan prima perusahaan untuk beroperasi dengan awak yang tidak divaksin.

Sebelum pengumuman itu disampaikan, pramugari dan pilot yang tidak divaksin tidak ditugaskan dalam penerbangan. Pihak Cathay menyatakan sejak 1 September 2021, mereka telah beroperasi dengan seluruh awak kabin yang sudah menjalani vaksinasi penuh.

Dalam memorandum pada bulan lalu, disampaikan hanya staf dan kontraktor yang sudah mendapat dua dosis vaksin yang bisa memasuki bangunan dan kantor mereka mulai 1 Desember 2021. Sementara, mereka yang bekerja di bandara akan mendapat vaksinasi kedua per 1 Oktober 2021.

Tidak disampaikan bahwa mereka yang menolak divaksin akan dipecat. Namun pada awal bulan ini, Cathay telah mendisiplinkan puluhan pramugari dan pilot yang menolak prosedur tersebut tanpa alasan medis.

Sumber dari pihak perusahaan menyebut antara 60 hingga 80 petugas kabin mengantre untuk dipecat setelah manajemen mempertanyakan catatan vaksinasi mereka.

Minggu lalu, perusahaan juga sudah bersurat kepada para staf yang isinya menanyakan alasan belum divaksin dan menolak untuk melakukan program vaksinasi yang disediakan maskapai.

Cathay Pacific menyatakan para karyawannya memiliki waktu sembilan minggu untuk memperoleh vaksin COVID-19 disertai sejumlah pesan yang menjelaskan pentingnya vaksinasi.

“Sebagai hasilnya, perusahaan sekarang akan memberhentikan kontrak kerja Anda,” begitu keterangan dalam surat itu.

Keputusan mewajibkan vaksin di maskapai itu sebagian dipengaruhi langkah Otoritas Bandara yang menyatakan pada 20 Agustus 2021 bahwa kelompok pekerja berisiko tinggi tidak akan bisa melakukan uji negatif COVID-19 atau pengecualian medis per 1 September 2021 seraya meminta semua pegawai setidaknya mendapat satu dosis vaksin.

Langkah Cathay juga diambil seiring kasus infeksi pekerja pihak ketiga yang bertugas di lounge VIP bandara pada bulan lalu. Karena pekerja itu bukan pegawai penuh waktu, dia tidak ditanggung program vaksinasi Cathay.

Jumlah Karyawan yang Sudah Divaksin

Perusahaan itu sebelumnya mengatakan bahwa mayoritas pegawai mereka yang berbasis di Hong Kong sudah divaksin, termasuk 99 persen pilot dan 93 persen awak kabin. Maskapai mengatakan yang belum divaksin adalah mereka yang punya alasan medis legitimate atau sedang dalam cuti panjang.

Maskapai mempekerjakan 13.500 orang di Hong Kong, dan 4.300 lainnya di luar Hong Kong, berdasarkan laporan tengah tahun terbaru. Pada Rabu, 8 September 2021, 4,28 juta atau sekitar 57 persen populasi Hong Kong telah divaksinasi minimal satu dosis.

Hong Kong juga mengonfrimasi dua kasus COVID-19 baru, yang melibatkan pelancong dari Korea Selatan dan Serbia. Keduanya, yang telah divaksin, membawa infection mutasi L452R yang terhubung dengan beragam varian, termasuk Delta. Overall kasus positif di sana mencapai 12.131 kasus dengan 212 kematian.