travel

11 Dari 20 Kendaraan Travel Bodong Terjaring Razia di Gilimanuk

Sejumlah kendaraan travel alias tidak resmi yang beroperasi di Jawa-Bali terjaring di Gilimanuk Kamis pagi dari 14 Mei hingga Jumat 15 Mei 2020.

Dari 20 kendaraan travel dan kendaraan penumpang yang diperiksa, tercatat ada 11 unit yang tidak memenuhi perizinan.

Kasi LLAJ Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII, A.A. Oka Nirjaya mengatakan bahwa ketika waktu mudik Idul Fitri pada tahun 1441 Hijriah telah menerapkan peraturan yang berbeda dari peraturan tahun-tahun sebelumnya. Jika perusahaan sebelumnya fokus pada persiapan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya manusia untuk membantu mengatur transportasi yang aman dan tertib dan menyiapkan armada transportasi yang memadai, kontrol dan pembatasan transportasi sekarang diberlakukan.

“Dalam pandemi Covid-19, pemerintah memberlakukan kontrol dan pembatasan transportasi untuk tujuan mudik lebaran dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 yang bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 yang lebih luas,” ungkap Oka Nirjaya, Jumat (15 mei 2020).

Untuk alasan transportasi, pembatasan transportasi ini digunakan oleh para pelaku perusahaan transportasi untuk mengelola aktivitas transportasi mereka secara ilegal tanpa menerapkan protokol kesehatan. “Karena itu sangat berbahaya bagi para pengguna jasa angkutan dan masyarakat umum. Kami melakukan pengawasan dan 11 dari 20 kendaraan yang diperiksa tidak memenuhi standar atau melakukan pelanggaran,” imbuhnya.

Dari 11 pelanggaran, 9 kendaraan digunakan tanpa lisensi operasi dan 2 kendaraan dengan lisensi operasi yang tidak lagi berlaku. Perlakuan terhadap pelanggar kemudian diberikan sanksi tilang dan sekaligus diberikan pembinaan agar mengurus izin penyelengaraan angkutan. Oka menjelaskan, untuk memudahkan pemohon izin, BPTD XII siap membantu memberikan asistensi karena proses perizinan sudah secara online.